• XXX
  • kegiatan
  • SMP 85
  • BARU

Selamat Datang di Website SMP NEGERI 85 MALUKU TENGAH. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Kontak Kami


SMP NEGERI 85 MALUKU TENGAH

NPSN : 60103965

Desa Hatu, Kec.Leihitu Bar, Kab.Maluku Tengah, Maluku


[email protected]

TLP : +62 821-9312-9324


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 10657
Pengunjung : 1784
Hari ini : 14
Hits hari ini : 27
Member Online : 2
IP : 216.73.216.190
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Status Member

Merancang Pembelajaran Kreatif




Cara Merancang Pembelajaran Kreatif Dalam Kurikulum Merdeka

Cara Merancang Pembelajaran Kreatif Dalam Kurikulum Merdeka:

  1. Memahami Ciri Khas Kurikulum Merdeka Belajar:
    Sebelum merancang pembelajaran kreatif, guru perlu memahami ciri khas Kurikulum Merdeka Belajar, termasuk pembelajaran berbasis proyek, fokus pada materi esensial, dan fleksibilitas guru dalam diferensiasi pembelajaran.
  2. Identifikasi Materi Esensial:
    Fokus pada materi esensial memungkinkan guru untuk mengidentifikasi pokok-pokok materi yang harus disampaikan. Ini membantu menyusun rencana pembelajaran yang lebih terarah dan mendalam.
  3. Kembangkan Rencana Pembelajaran Berbasis Proyek:
    Manfaatkan sistem pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan keterampilan soft skill dan karakter siswa. Rencanakan proyek-proyek yang menantang dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
  4. Fleksibilitas dalam Diferensiasi:
    Guru dapat mengadopsi pendekatan diferensiasi sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan peserta didik. Ini dapat mencakup penyesuaian materi, metode pembelajaran, dan penilaian.
  5. Pemanfaatan Teknologi:
    Integrasi teknologi dapat membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif. Guru dapat menggunakan aplikasi, platform pembelajaran daring, dan sumber daya digital lainnya untuk mendukung proses pembelajaran.
  6. Aktivitas Pembelajaran Kreatif:
    Rancang aktivitas pembelajaran yang mendorong kreativitas dan pemikiran kritis siswa. Ini dapat melibatkan diskusi kelompok, simulasi, permainan peran, dan eksperimen praktis.
  7. Penilaian Formatif:
    Gunakan penilaian formatif secara teratur untuk memahami perkembangan siswa. Ini membantu guru untuk menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif dan merespons kebutuhan individu siswa.
  8. Kolaborasi dan Diskusi:
    Dorong kolaborasi antar siswa dan diskusi kelompok. Ini tidak hanya membangun keterampilan sosial, tetapi juga memperkaya pemahaman siswa melalui pertukaran ide.
  9. Kreativitas dalam Penugasan:
    Desain penugasan yang memicu kreativitas siswa. Berikan kebebasan kepada siswa untuk mengeksplor pendekatan mereka sendiri dalam menyelesaikan tugas.
  10. Evaluasi Terus-Menerus:
    Lakukan evaluasi terus-menerus terhadap efektivitas pembelajaran. Berdasarkan umpan balik siswa dan hasil penilaian, guru dapat melakukan penyesuaian untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :





   Kembali ke Atas